Follow Us!

Iklan Niaga

Destinasi-destinasi Terbaik Untuk Liburan Keluarga Idaman Anda, Tempat Yang Romantis, Bersahabat, Bersih, Sangat Bagus...
Hotel Ini Sangat Tepat Untuk Menginap Bagi Keluarga Anda, Terutama Saat Liburan, Fasilitas Yang Lengkap, Pelayanan Sangat Baik...
Solusi Promosi Produk-produk Perusahaan Anda, Inovatif, Exclussive Dan Tepat Sasaran. Segera Kontak Team Kami
Aket Spesial Akhir Tahun, Sewa Mobil Keluarga, Jaminan Unit Siap Pakai, Perjalanan Anda Tidak Akan Terganggu.... Segera Booking


Barometer Otomotif Terkini
Selasa, 21 Mei 2013 06:30

Dihukum Karena Meretas SBY, Situs Polri Pun Kena Sasaran

SolusiHP.com - Situs tersebut sudah disusupi peretas pada dua hari kemarin. Sampai berita ini diturunkan, yaitu Sabtu (18/5) pukul 18:22 WIB, situs tersebut masih tidak bisa diakses. 

Situs Kepolisian Republik Indonesia Divisi Hukum di laman http://divkum.polri.go.id benar-benar dibombardir serangan dedemit dunia maya.

Begitu situs dibuka, yang tampil adalah gambar kartun polisi dan tulisan "hacked by larcenciels." Di bawah tulisan tersebut terdapat juga tulisan sila ke-5 Pancasila yang berbunyi: "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

Ada juga sejenis tulisan bernada protes bahwa "heker 6 tahun penjara, nyuri sandal 3 tahun penjara, koruptor 2 tahun penjara, dan anak menteri nabrak tewas 1 tahun penjara"

Sepertinya, peretasan tersebut merupakan balas dendam atas hukuman yang diberikan Wildan, sang peretas situs Presiden SBY.

Sebagian kalangan menilai kisah peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di presidensby.info, Wildan Yani Ashari, yang akhirnya mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, perlu diwaspadai dampak luasnya.

Menurut Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, serangan-serangan hacker yang terjadi terhadap situs Kepolisian RI dan juga Kementerian Pertahanan, bukan tidak mungkin dikarenakan imbas kasus Wildan, yang ternyata dibohongi karena sebelumnya disebutkan beberapa pihak dari pemerintah dan DPR untuk dibina. "Karena ternyata, Wildan dibina di Lembaga Pemasyarakatan dan harus menjalani persidangan, sehingga Indonesia patut mewaspadai serangan cyber crime selanjutnya," tuturnya. [dpy]

Baca juga:
Barometer Properti Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Redaksi: redaksi@solusihp.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Kristian S di 0813-829-107-89 · kristian@mustangcorps.com · Blackberry: 298FA749
Barometer Wisata Terkini